Malang - Tak hanya ingin
menyuguhkan kompetisi kelas
internasional, Piala Menpora juga
mempunyai misi lain. Turnamen
ini diharapkan bisa menstimulasi
infrastruktur stadion dan ajang
transfer ilmu.
Sebanyak delapan tim turut ambil
bagian dalam turnamen pertama
Piala Menpora yang berlangsung
22-22 September 2013. Tiga
berasal dari mancanegara,
sementara lima lainnya dari
Indonesia.
Cost Central Marines yang
merupakan klub peringkat dua
kompetisi Liga Australia
merupakan tim asing pertama.
Dua lainnya adalah klub asal
Filipina, Loyola Spark Meralco, dan
juga tim nasional U-23 Malaysia.
Sedangkan Arema Indonesia,
Persepam Madura United,
Sriwijaya FC, Persib Bandung, dan
Mitra Kukar, merupakan tim dari
tanah air yang mendapatkan
undangan untuk berpartisipasi.
Dua kota, yakni Malang dan
Bandung, dipilih untuk
menyelenggarakan turnamen yang
menjadi salah satu bagian
rangkaian dari peringatan Hari
Olahraga Nasional itu.
"Stadion di dua kota ini cukup
layak untuk menggelar ajang
bertaraf internasional. Selain itu,
faktor animo penonton juga
menjadi pertimbangan untuk
memilih dua kota ini sebagai
penyelenggaraan yang pertama."
ungkap Wakil Ketua
Penyelenggara Piala Menpora
Johannes Sugianto dalam
perbincangan dengan detikSport,
Minggu (29/9/2013).
"Untuk ke depannya, turnamen ini
akan diselenggarakan di daerah
lain. Ini untuk merangsang agar
stadion-stadion di Indonesia bisa
memperbaiki infrastruktur agar
bisa dipakai untuk
menyelenggarakan turnamen
kelas dunia," imbuhnya.
Lebih lanjut lagi, pria yang akrab
dipanggil Jo ini menerangkan
manfaat lainnya dari pelenggaraan
turnamen berskala internasional
ini.
"Dengan adanya turnamen ini,
saya harap bakal ada transfer ilmu
yang berkaitan dengan manajerial.
Baik itu soal keuangan atau pun
pemain," kata Jo.
Pada ajang Piala Menpora yang
pertama, Arema Indonesia sukses
menjadi kampiun setelah
mengalahkan Mariners. Dua gol
penalti Keith Kayamba Gumbs
menjadi penentu kemenangan tim
'Singo Edan'.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar