Minggu, 29 September 2013

Misi-misi dari Ajang Piala Menpora

Malang - Tak hanya ingin
menyuguhkan kompetisi kelas
internasional, Piala Menpora juga
mempunyai misi lain. Turnamen
ini diharapkan bisa menstimulasi
infrastruktur stadion dan ajang
transfer ilmu.
Sebanyak delapan tim turut ambil
bagian dalam turnamen pertama
Piala Menpora yang berlangsung
22-22 September 2013. Tiga
berasal dari mancanegara,
sementara lima lainnya dari
Indonesia.
Cost Central Marines yang
merupakan klub peringkat dua
kompetisi Liga Australia
merupakan tim asing pertama.
Dua lainnya adalah klub asal
Filipina, Loyola Spark Meralco, dan
juga tim nasional U-23 Malaysia.
Sedangkan Arema Indonesia,
Persepam Madura United,
Sriwijaya FC, Persib Bandung, dan
Mitra Kukar, merupakan tim dari
tanah air yang mendapatkan
undangan untuk berpartisipasi.
Dua kota, yakni Malang dan
Bandung, dipilih untuk
menyelenggarakan turnamen yang
menjadi salah satu bagian
rangkaian dari peringatan Hari
Olahraga Nasional itu.
"Stadion di dua kota ini cukup
layak untuk menggelar ajang
bertaraf internasional. Selain itu,
faktor animo penonton juga
menjadi pertimbangan untuk
memilih dua kota ini sebagai
penyelenggaraan yang pertama."
ungkap Wakil Ketua
Penyelenggara Piala Menpora
Johannes Sugianto dalam
perbincangan dengan detikSport,
Minggu (29/9/2013).
"Untuk ke depannya, turnamen ini
akan diselenggarakan di daerah
lain. Ini untuk merangsang agar
stadion-stadion di Indonesia bisa
memperbaiki infrastruktur agar
bisa dipakai untuk
menyelenggarakan turnamen
kelas dunia," imbuhnya.
Lebih lanjut lagi, pria yang akrab
dipanggil Jo ini menerangkan
manfaat lainnya dari pelenggaraan
turnamen berskala internasional
ini.
"Dengan adanya turnamen ini,
saya harap bakal ada transfer ilmu
yang berkaitan dengan manajerial.
Baik itu soal keuangan atau pun
pemain," kata Jo.
Pada ajang Piala Menpora yang
pertama, Arema Indonesia sukses
menjadi kampiun setelah
mengalahkan Mariners. Dua gol
penalti Keith Kayamba Gumbs
menjadi penentu kemenangan tim
'Singo Edan'.

Jumat, 27 September 2013

Madrid vs Atletico Madrid: Kota Madrid Panas !

Liputan6.com, Madrid : Mungkin belum hilang dalam ingatan
ketika Madrid dipermalukan Atletico 1-2 di final Piala Raja musim
lalu pada 18 Mei 2013. Itu merupakan kesempatan terakhir Madrid
merebut gelar musim lalu dan itu melayang.
Adalah gol Miranda di babak perpanjangan waktu yang membuat
Madrid melalui musim 2012/13 tanpa gelar satupun di tangan.
Alhasil, Jose Mourinho harus takluk kepada hukum alam: dipecat
Madrid dan lalu hengkang ke Chelsea.
Kini duel panas derby Madrid akan tersaji lagi Minggu (29/9/13) dini
hari WIB. Lagi, Madrid menjamu Atletico di Santiago Bernabeu, lokasi
dimana kekalahan menyakitkan itu terjadi. Kemenangan Atletico
musim lalu di final juga menjadi pertanda kebangkitan klub pinggiran
kota Madrid.
Klub yang berlokasi di tepian sungai Manzaranes ini begitu lama
menunggu kemenangan seperti itu. Bagaimana tidak, Atletico selama
ini dikenal sangat inferior setiap kali melawan Madrid. Ada saja faktor
yang membuat mereka gagal menang.
Salah satunya faktor Cristiano Ronaldo yang dalam beberapa edisi
derby Madrid selalu mencetak gol. Di pertemuan terakhir namun
demikian, Ronaldo jadi pecundang karena dikartumerah akibat emosi
yang tidak terkontrol. Atletico sendiri terakhir menang atas Madrid,
selain musim lalu, adalah pada 30 Oktober 1999. Atau hampir 14
tahun silam.
Kemenangan musim lalu disambut gegap gempita pendukung Atletico.
Bahkan, ejekan dan sindiran pun dilontarkan para pemain Atletico
kepada Madrid usai kemenangan tersebut. Lalu siapa yang menang di
derby Madrid pertama musim ini?
Kedua tim sama-sama berpeluang menang. Atletico, meski secara
head to head inferior (3 kali menang,9 imbang dan 27 kali kalah
dalam 39 pertemuan terakhir), tapi penampilan mereka cukup
fantastis musim ini. Atletico yang diarsiteki Diego Simeone mampu
menjaga ritme seperti musim lalu. Poin mereka pun bahkan sama
dengan Barcelona, selalu menang di enam laga.
Sedangkan Madrid sempat terpeleset saat imbang 2-2 lawan
Villarreal. Bahkan, mereka nyaris ditahan imbang Elche 1-1
pertengahan pekan kemarin, jika saja tak "ditolong" wasit. Meski
demikian, Madrid tetaplah tim yang mengerikan. Apalagi Gareth Bale
akan diturunkan, meski belum jelas apakah jadi starter atau cadangan
saja.
"Kami dan Atletico adalah dua tim berbeda. Mereka bermain sangat
kompak dan agresif. Tapi kami punya kualitas yang lebih," kata
Ancelotti. "Soal wasit? saya tidak pikir Mateu Lahoz (wasit di
pertandingan nanti) akan terpengaruh oleh laga melawan Elche. Wasit
juga bisa membuat kesalahan. Sama seperti pelatih dan pemain,"
ujarnya.
Madrid tetap belum bisa menurunkan Marcelo karena belum pulih dari
cedera. Begitu juga dengan Xabi Alonso yang menepi selama tiga
bulan. Sedangkan Atletico kemungkinan tidak diperkuat Adrian. Skor
imbang 1-1 berpeluang terjadi di laga ini